Kasturi


Salah satu sunnah nabi yang belum banyak diketahui kaum muslimin sekarang TERBONGKAR…
Diantara wewangian / parfum yang ada di dunia ini, hanya ada 1 yang menjadi Raja wewangian yaitu “misk” atau disebut juga “Kasturi”,

sebagaimana disebutkan di dalam sebuah hadits :
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَطَيَّبُ قَالَتْ نَعَمْ بِذِكَارَةِ الطِّيبِ الْمِسْكِ وَالْعَنْبَرِ

Dari Muhammad bin Ali ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah, ‘Apakah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam memakai parfum? Ia menjawab, “Ya, dengan minyak wangi misik dan ‘anbar.”

(HR. Nasa’i).

————————

“Sebaik-baiknya wewangian adalah Minyak Kasturi”

(HR Muslim)

Berikut ini adalah beberapa hal yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW  kepada kita unrtuk menggunakan parfum yaitu:

1. Pertama, Ketika hendak pergi shalat Jum’at, sabda Rasulullah “Alangkah baiknya jika salah seorang diantara kamu membeli dua pakaian untuk hari Jum’at, selain  untuk pakaian kerja” (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud)  Hadits ini diperkuat lagi dengan sabda lainnya yang berbunyi, ”Hendaknya setiap muslim mandi pada hari Jum’at, kemudian memakai pakaian yang terbaik, dan jika ia mempunyai wangi-wangian, maka hendaklah ia memakainya.”(HR.Ahmad bin Hanbal)
2. Kedua, Untuk mengharumkan Masjid, Aisyah binti Abu Bakar meriwayatkan. ”Rasulullah saw pernah menyuruh mendirikan masjid di kampung dan meminta supaya dibersihkan dan diberi yang harum-haruman.” ( HR.al- Bukhari,Muslim at-Tirmidzi, dan Abu Daud).
3. Ketiga, Untuk mengharumkan Ka’bah, Aisyah binti Abu Bakar meriwayatkan. ”Berilah Baitullah itu wangi-wangian karena yang demikian itu termasuk usaha membersihkannya”. (HR.Ahmad bin Hanbal).
4. Keempat, Ketika hendak memulai Ihram (Haji dan Umrah), Aisyah binti Abu Bakar meriwayatkan, “Aku pernah memberi wewangian kepada Nabi saw ketika (hendak) Ihram dengan minyak yang paling harum”. (HR al-Bukhari dan Muslim).
5. Kelima, Ketika akan shalat hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha) sabda Nabi, ”Rasulullah saw menyuruh pada dua hari raya agar memakai pakaian yang terbaik yang dia punyai dan memakai wewangian yang terharum dia peroleh, serta berkurban dengan (hewan) terbaik yang dia dapatkan”. ( HR. al-Hakim).
6. Keenam, Memakaikannya pada badan mayat yang wafat tidak dalam keadaan ihram, yakni setelah selesai dimandikan, sabda Nabi, ”Rasulullah saw datang kepada kami ketika putrinya meninggal dunia, lalu ia bersabda, Mandikanlah ia tiga kali, lima kali atau lebih dari itu, dan yang terakhir campurlah dengan kapur barus atau sedikit kapur barus. Kemudian jika kamu telah selesai beritahulah saya, Seusai kami memandikannya, kami beritahukan kepadanya, lalu beliau memberikan sehelai kain kepada kami, seraya beliau bersabda, ”Pakaikanlah kain itu padanya”. (HR.al-Jamaah).
7. Ketujuh, Untuk wanita yang baru selesai haid. Aisyah binti Abu Bakar berkata, ”Seorang perempuan dari kaum Anshar bertanya  kepada Rasulullah mengenai cara mandi sesudah haid, Rasulullah bersabda, ”Ambillah sedikit kasturi (minyak wangi), lalu engkau gunakan untuk bersuci (HR.al-Jama’ah kecuali at-Tirmidzi).
“Ketika aku berjalan didalam Syurga, aku berada disungai yg kedua pinggirnya terbuat dari Kubah, aku bertanya ‘Apa ini jibril?’ Jibril menjawab ‘Ini adalah  Al-Kaustar yg diberikan kepada mu’ Lalu Malaikat memeluk dengan tangannya, Maka kulihat tanahnya adalah Parfume dari Minyak Kasthuri”

~HR Bukhari & Ahmad


0 komentar:

Posting Komentar